Klinik Alexa Binal Vietnam Tomas

Kalau dilaporkan bisa-bisa aku dipecat. Bokep XXX Lalu aku cabut penisku yang sudah lemas dan “pluk” suaranya seperti botol sampanye dibuka. Wow.., kini makin panas badanku. Lalu aku mulai menggoyang pinggangku maju mundur, goyang kiri, goyang kanan. Tidak sampai dua menit sudah tampak ada cairan bening lagi di vaginanya. Maklum dia masih keturunan Chinesse. Dia sudah tidak sabar lagi, tanpa memberiku kesempatan untuk melepaskan celana secara sempurna, dia sudah memegang ujung penisku dan dibimbingnya menuju lubangnya yang basah dan hangat. Keringatnya menetes ke baju kerjanya yang belum sempat dilepas, terlihat makin cantik dengan tetesan keringat di rambut dan keningnya.Sementara biji pelirku juga terasa basah oleh cairan dari vaginanya.“Uggghh…, gila, nikmat sekali”, katanya.“Ibu terusin aja”, aku nimpali. Roknya yang biru tua menambah kontrasnya warna.Setelah meletakkan tanganku, tangan Ibu Vivi bergerak lagi ke tengkukku, dan dielusnya. Aku pikir dia akan melepaskan tanganku, eh.. Tidak lama dia keluarkan lagi muatan dari dalam vaginanya. Suaranya makin seru, untung di apartemen, jadi tdak terlalu gaduh karena jauh dari tetangga.“Yan…, lepasin celanaku…, aku sudah nggak tahan”, bisik Ibu Vivi. Dia tarik tanganku, dipindahkannya ke pinggangnya.Kaus dalamnya kuangkat, dan perutnya yang putih bersih pun terpampang di depanku.

Klinik Alexa Binal Vietnam Tomas