Ayah Menghamili Anak Tiri Di Lorong

Dengan cekatan aku pun memasang badan di depan tempat kamar mandi sambil menunggu Aisya keluar. Bokep Jepang “Ukhti … toketnya besar sekali yah, boleh Bapak remas?”
“Ahhh … ahhh, boleh Pak. Ketika kudengar gemericik air di kamar mandi wanita, maka aku pun menyimpulkan bahwa Aisya pasti sedang pipis. Ini salah pak …” dalam kondisi bergairah pun Aisya masih mampu berpikir tentang salah dan benar, aku pun takjub dibuatnya. “Aisya … mau gak ukhti lihat kontol Bapak?”
Dia tampak terkejut dengan kata-kataku. Aku pun mengeluarkan sapu tanganku dan mengelap kemaluannya yang telah banjir dengan cairan kenikmatannya sendiri. Pinggulnya maju mudur mengikuti genjotan kontolku di memeknya yang suci itu. “Assalamualaykum, Bu Aisya”
“Waalaykumsalam … Ehh, Pak Hadi. “Ukhti … toketnya besar sekali yah, boleh Bapak remas?”
“Ahhh … ahhh, boleh Pak. Tanpa menunggu lama, aku pun langsung melancarkan pandangan mautku. Biasanya para korbanku akan langsung pasrah saja menerima apa yang aku lakukan. Ia kini mencari cari bibirku untuk dikecupnya, tampaknya dia lumayan ahli juga dalam masalah seksual. Sedikit demi sedikit aku angkat roknya hingga ke pinggang dan aku turunkan celana dalamnya yang berwarna putih berenda, hampir mirip dengan corak bra-nya. Saat ia telah tepat berada di hadapanku, ia pun memeluk tubuhku yang berbulu lebat ini.

Ayah Menghamili Anak Tiri Di Lorong