Tubuhnya tetap dalam gendonganku dan seperti tahu critical situation itu Lala pun berusaha menahan teriakannya (dia kan teriaknya kenceng banget) dengan menggigit bahuku kuat-kuat sampai keluar darah segar dari bahuku (bahuku memang masih perawan kali yah) Perih sekali!”Beruntung deh body Escudo ini tetap kokoh tidak goyang-goyang meski di samping kanannya itu lagi ada orang goyang-goyangan (buat Indomobil hubungi mail saya untuk pembayaran selanjutnya, ini kan sudah termasuk promosi). Bokep indo live aaaggh!” muncrat deh sperma segarku di dalam liang Lala. Lala menggandeng tanganku ditarik sampai aku percepat langkahku keluar rumahnya. Lala menyandarkan kepalanya ke jendela kaca Estilloku. (“Boss… susah Boss,” si kecilku laporan ke bossnya.)
“Yaaann..! “Ssppphhh… slluurrph… Pok!” aku mulai menghisap-hisap liangnya sambil kusedot lalu kulepaskan sedotanku dengan cepat. hehehe… Wait For The Next Sensation!” ancam si kecil-bandotku.Thanks for all attention untuk tulisanku ini. Aku biarkan Lala merasakan sensasi orgasme keduanya dengan mulai melepaskan celana jeans Hip-hop Airwalk-ku, kukeluarkan si kecil dari dalamanku tapi aku tidak lepaskan dalamanku cuma aku kaitkan saja di bawah biji buahku.Aku naik ke bibirnya, kulumat untuk sekian lamanya sebelum The Real Game-nya kumulai sambil menunggu Lala terangsang lagi, kelihatan dia menjepit pangkal pahanya dengan si kecilku yang sudah bersentuhan dengan bibir kewanitaannya.